Skip to content Skip to footer

Keamanan dan Kenyamanan Jadi Prioritas dalam Pertandingan Sepak Bola

KUTA – Keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas dalam pertandingan sepak bola. Hal itu ditegaskan oleh Manajer Senior Keamanan dan Keselamatan FIFA, Katharina Steinberg, dalam seminar ilmiah olahraga internasional bertajuk Memanfaatkan Kekuatan Olahraga dan Nilai-nilainya untuk Memperkuat Kohesi Sosial dan Membangun Ketahanan Komunitas melalui Inisiatif Perdamaian.

Dalam kegiatan yang digelar di Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali, Rabu (2/10/2024), itu Katharina Steinberg menegaskan komitmen FIFA dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan semua penonton di setiap acaranya, mulai dari stadion hingga pusat media dan hotel.

“Misi kami adalah memastikan setiap penggemar merasa aman dan nyaman selama turnamen kami. Kami bekerja sama dengan otoritas lokal dan membangun kemitraan yang efektif untuk meminimalkan risiko di setiap level,” ucap Katharina Steinberg, kepada para peserta seminar.

Steinberg juga menyoroti upaya FIFA dalam meninggalkan warisan positif di negara tuan rumah, dengan fokus pada transfer pengetahuan untuk memastikan acara di masa depan memenuhi standar keselamatan tinggi FIFA.

Hal senada juga dituturkan Juha Karjalainen yang merupakan Wakil Kepala Operasi Keselamatan dan Keamanan UEFA.

Juha Karjalainen berbagi wawasan dari pengalaman UEFA dalam menyelenggarakan lebih dari 2.500 pertandingan setiap tahunnya, dengan fokus pada elemen kunci keselamatan, keamanan, dan layanan.

“Tujuan kami adalah menciptakan acara yang aman. Untuk mencapainya, kami menekankan keselamatan sebagai fondasi dari semua operasi kami, keamanan sebagai kebutuhan, dan layanan sebagai kunci untuk memastikan pengalaman positif bagi penggemar,” kata Juha Karjalainen.

Dia juga menekankan pentingnya memantau dan menilai keamanan di setiap pertandingan, serta melaporkan insiden apapun ke UEFA untuk dilakukan investigasi lebih lanjut.

Kepala Akses Keamanan dan Keselamatan AFC, Brian Johnson, juga ikut menjelaskan bagaimana tantangan yang AFC hadapi dalam mengamankan stadion di seluruh Asia.

Dia mengungkapkan, AFC memberikan perhatian khusus kepada peningkatan holiganisme dan perlunya kolaborasi dengan pemerintah setempat untuk meminimalkan risiko.

“Tugas utama kami adalah memastikan keamanan stadion dan menerapkan regulasi yang ada. Kami tidak akan memulai pertandingan jika ada kekhawatiran serius mengenai keamanan. Latihan dan kolaborasi dengan pihak berwenang sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut,” jelas Brian Johnson.

Dia juga mengingatkan bahwa kesiapan venue sangat penting untuk menangani situasi tak terduga yang mungkin terjadi.

Sementara itu, Athor Subroto, Dekan Sekolah Studi Strategis dan Global Universitas Indonesia, menggarisbawahi pentingnya melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam perencanaan dan pelaksanaan acara olahraga besar.

Ia menjelaskan, bahwa kesuksesan acara olahraga tidak hanya berdampak pada penyelenggara, tetapi juga pada ekonomi lokal.

“Event olahraga besar memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Jika dikelola dengan baik, acara ini bisa memberikan keuntungan yang besar bagi semua pihak,” kata Athor Subroto.

Dia pun mengajak semua pemangku kepentingan untuk memahami pentingnya keamanan dan kolaborasi dalam menjaga acara olahraga yang sukses dan aman.

Pun Kolonel Setyo Prananowo selaku Wakil Direktur Subdirektorat Keamanan Lokasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), menekankan bahwa keamanan tidak hanya mencakup stadion, tetapi juga mencakup transportasi publik dan area sekitarnya. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara BNPT dan berbagai lembaga lainnya untuk mengamankan acara olahraga besar.

“Kami berharap agar semua pihak dapat berkolaborasi dan membangun regulasi yang sesuai untuk meningkatkan keamanan. Kejadian Kanjuruhan harus menjadi pelajaran bagi kita semua,” ucap Kolonel Setyo Pranowo.

Kolonel Pranowo juga menegaskan pentingnya latihan dan rencana darurat untuk menghadapi situasi yang tidak diinginkan.***