
KUTA – Event olahraga besar selalu menghadirkan kerumunan orang yang banyak. Maka itu, diperlukan manajemen yang baik dalam mengelola kerumunan agar event olahraga tersebut bisa berjalan dengan aman dan nyaman.
Bagaimana cara mengelola manajemen kerumunan pada event olahraga besar juga dibahas dalam seminar olahraga internasional yang digelar UNOCT dan Kemenpora RI di Discovery Kartika Plaza Hotel, Badung, Bali, Rabu (2/10/2024).
Dipandu oleh Prof. Muhamad Syauqillah dari Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia, tema yang dibahas pada hari kedua seminar olahraga tersebut adalah tentang manajemen kerumunan, perilaku, serta dinamika kompleks yang terkait dengan kerumunan selama acara olahraga besar.
Sesi ini juga membahas bagaimana praktik perencanaan manajemen kerumunan yang efektif dapat memastikan pengalaman yang aman dan positif bagi penonton.
Nugroho Setiawan yang menjadi Security Officer Piala Dunia U-17 2023 Indonesia, berbicara tentang tantangan terbesar dalam pengamanan acara olahraga di Indonesia. Khususnya terkait perbedaan pandangan antara landasan hukum FIFA dan aturan lokal.
“Yang paling menantang di Indonesia adalah perbedaan pandangan landasan hukum pengamanan antara FIFA dan lokal. Banyak kegiatan preemptive yang terjadi, seperti penangkapan-penangkapan yang terkait dengan event ini, yang menurut saya merupakan langkah anti-terorisme terhadap acara yang saya kepalai, yaitu Piala Dunia U-17,” kata Nugroho Setiawan.
Nugroho juga menjelaskan, pendekatan berbasis data yang digunakan untuk memilih venue pertandingan berdasarkan antusiasme fanbase serta infrastruktur yang mendukung. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya persiapan rencana acara dan perlunya standarisasi dalam pengelolaan liga nasional sesuai standar FIFA.
Sedangkan Valerio de Divitiis selaku Programe Coordinator Global Sports Programme UNOCT menjelaskan, bahwa acara olahraga besar sering kali menjadi target menarik bagi teroris, karena mereka mampu mengundang kerumunan yang sangat besar. Oleh karena itu, manajemen kerumunan yang baik sangat penting dalam menurunkan risiko.
“Pengendalian kerumunan yang efektif mampu mengurangi kebutuhan crowd control, yang biasanya merupakan respon reaktif dari aparat keamanan,” ujar Valerio de Divitiis.

Valerio juga menekankan pentingnya membedakan antara crowd management, yang merupakan proses perencanaan untuk keamanan, dan crowd control, yang merupakan tindakan reaktif.
Head of Matchday Operations Italian Football Federation (FIGC), Antonio Talarico, itu berbagi pengalamannya dalam mengelola keamanan pertandingan di sepak bola Italia.
Dia menjelaskan pentingnya manajemen kerumunan tidak hanya untuk keamanan masyarakat, tetapi juga untuk menghindari kecelakaan dan kerumunan yang tak terkendali.
“Elemen kunci dari manajemen kerumunan meliputi perencanaan, pelatihan, dan komunikasi. Komunikasi sangat penting, terutama di era media sosial, untuk memberikan informasi yang jelas kepada penonton mengenai pembelian tiket, akses stadion, dan lain sebagainya,” Antonio Talarico menjelaskan.
Dia juga menekankan perlunya langkah mitigasi untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan melalui perencanaan sebelum acara, pemantauan saat acara, dan rencana darurat pascaacara.
Kolonel Appia Kouadio yang menjadi Head of Safety and Security Department Piala Afrika 2023 juga memaparkan peran penting relawan dalam membantu pengelolaan kerumunan selama acara olahraga di Afrika. Relawan ini bertindak sebagai pemberi informasi, arah, dan bantuan kepada penonton, yang membantu mengurangi tekanan pada aparat keamanan.
Sesi ini menekankan pentingnya perencanaan manajemen kerumunan yang matang, pelatihan yang tepat, dan komunikasi yang efektif untuk menciptakan acara olahraga besar yang aman dan terkendali. Para pembicara juga sepakat bahwa kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk relawan, otoritas lokal, dan penyelenggara, sangat penting dalam memastikan keselamatan semua yang hadir.***
