Skip to content Skip to footer

Peran Olahraga dalam Membantu Masyarakat Bangkit dari Trauma dan Promosi Perdamaian

KUTA — Seminar internasional bertema “Memanfaatkan Kekuatan Olahraga dan Nilai-Nilainya untuk Memperkuat Kohesi Sosial dan Membangun Ketahanan Masyarakat Melalui Inisiatif Perdamaian” resmi dibuka di Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali, Selasa (1/10/2024).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (1-3 Oktober 2024) ini menghadirkan tokoh-tokoh dari pemerintah, organisasi olahraga, dan badan internasional untuk mengeksplorasi peran olahraga dalam mengatasi ekstremisme serta kekerasan, sekaligus memperkuat masyarakat.

Acara ini merupakan bagian dari inisiatif global yang digagas oleh Kantor PBB untuk Penanggulangan Terorisme (UNOCT) bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, yang bertujuan menggunakan olahraga sebagai platform mempromosikan perdamaian, ketahanan sosial, dan pemberdayaan pemuda di seluruh dunia.

Pada sesi pertama, Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Bali, Ketut Suardana, menyoroti dampak Bom Bali 2002 terhadap masyarakat Bali dan komunitas olahraga.

Ia mengungkapkan bagaimana olahraga membantu masyarakat bangkit dari trauma, serta peluang untuk meningkatkan industrialisasi sepak bola sebagai sarana menghidupkan kembali sektor pariwisata lokal.

“Olahraga bisa menjadi pemersatu dan meningkatkan ekonomi lokal, terutama sepakbola yang bisa menghibur masyarakat serta menarik minat wisatawan,” ujarnya.

Terkait pemberdayaan pemuda, Maria Migoya selaku Programme Management, Global Sports Programme UNOCT menegaskan pentingnya kampanye global dalam mempromosikan perdamaian.

”Kami mendukung negara-negara anggota dalam memanfaatkan olahraga sebagai alat untuk mencegah kekerasan dan ekstremisme, serta memperkuat ketahanan komunitas,” jelasnya.

Migoya juga menambahkan bahwa program e-learning dan buku pedoman telah dikembangkan untuk memperkuat keamanan dalam penyelenggaraan acara olahraga.

Pada sisi lain, CEO Liga Bola Basket Indonesia (IBL), Junas Miradiarsyah, menekankan bahwa olahraga adalah alat yang kuat untuk menyampaikan pesan positif kepada khalayak luas.

“Pemain bukan sekadar peserta, mereka adalah duta yang membawa nilai-nilai positif ke masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran federasi olahraga dalam membimbing generasi muda melalui pelatihan yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis.

Kolaborasi antarlembaga juga diperlukan untuk meningkatkan ketahanan sosial. Hal itu seperti yang dituturkan Deputi Kerja Sama Internasional BNPT, Andhika Chrisnayudhanto.

Menurutnya, olahraga dapat menjadi platform yang kuat untuk mengatasi kekerasan dan ekstremisme, dengan fokus pada pemberdayaan pemuda.

“Olahraga memiliki peran penting dalam meningkatkan ketahanan nasional dan mendukung perdamaian dunia,” tegas Andhika.***