
KUTA – Liga Inggris (English Premier League/EPL) saat ini disebut-sebut sebagai Liga Terbaik di Eropa. Terlebih, banyak pemain kelas dunia yang bermain di kompetisi kasta tertinggi Liga Inggris itu.
Namun dari segi penyelenggaraan pertandingan, EPL juga tidak sempurna. Hal itu diakui oleh Kepala Operasi Stadion dan Hari Pertandingan EPL, Peter Kay, dalam seminar olahraga internasional di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Bali, Rabu (2/10/2024).
Peter Kay menekankan bahwa meskipun EPL dikenal sebagai kompetisi sepak bola yang terorganisir dengan baik, tantangan seperti terorisme, narkoba, dan perilaku penonton tetap ada. Dengan 20 klub dan 380 pertandingan setiap musim, menjaga lingkungan yang aman bagi para penggemar adalah tanggung jawab besar.
“Meskipun Premier League dilihat sebagai model keberhasilan, masalah yang kami hadapi tidak berbeda dengan yang dihadapi di seluruh dunia. Terorisme, narkoba, dan perilaku penonton adalah tantangan yang harus selalu kita hadapi,” kata Peter Kay.
Dampak Serangan Bom Manchester 2017
Peter Kay pun berbagi kisah tentang serangan bom Manchester pada tahun 2017 saat konser, yang menjadi pendorong bagi Premier League untuk meningkatkan langkah-langkah keamanannya. Sejak insiden itu, telah terjadi 16 serangan teroris lainnya di Inggris, serta 39 ancaman yang berhasil dicegah melalui upaya keamanan.
“Serangan bom Manchester pada tahun 2017 adalah panggilan bagi kami untuk bertindak. Sejak itu, kami menghadapi 16 serangan teroris lainnya, dan penting bagi kami untuk tetap waspada, bukan hanya untuk sepak bola, tetapi juga untuk keselamatan publik secara keseluruhan,” ujar Peter Kay.
Dia menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan dengan penegak hukum untuk mengidentifikasi dan mengurangi risiko di acara-acara.
Menggunakan Teknologi untuk Keamanan
Salah satu poin penting dalam sesi ini adalah bagaimana teknologi canggih digunakan oleh Premier League untuk meningkatkan keamanan. Mulai dari pengenalan wajah hingga pemantauan perilaku kerumunan, alat-alat ini sangat penting dalam mengidentifikasi ancaman potensial.
Kay menjelaskan bagaimana penyelidik swasta dan sistem pengawasan berperan penting dalam mendeteksi aktivitas mencurigakan dan mencegah kekerasan.
“Teknologi adalah sekutu terpenting kami. Dari pengenalan wajah hingga pemantauan kerumunan, kami telah mengembangkan sistem yang membantu kami mendeteksi ancaman sejak dini. Tetapi teknologi hanya berguna jika berfungsi dengan sempurna,” Peter Kay menjelaskan.
Liga Primer bekerja erat dengan klub dan mitra keamanan untuk memastikan bahwa ancaman terdeteksi lebih awal dan ditangani dengan cepat.
Dalam penutupnya, Peter Kay menyoroti kekuatan penyatuan dari sepak bola, bagaimana olahraga ini menyatukan penggemar dari berbagai latar belakang untuk berbagi momen kebahagiaan bersama. Namun, ia juga memperingatkan bahwa kesatuan ini adalah target utama terorisme, yang memperkuat pentingnya menjaga lingkungan yang aman di stadion.
“Sepak bola memiliki kekuatan unik untuk menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang. Ketika tim Anda mencetak gol, sulit untuk tidak merayakannya bersama orang lain. Teroris ingin menghancurkan momen-momen kebahagiaan ini. Kita harus melindungi bukan hanya para penggemar, tetapi juga esensi dari apa yang dibawa sepak bola bagi komunitas,” jelas Peter Kay.***
===
