Skip to content Skip to footer

UniLeague Play for Peace Jadi Contoh Gerakan Kesehatan Mental Berbasis Sepak Bola Indonesia di Forum PBB

NEW YORK – Program UniLeague Play for Peace yang dijalankan Grha Gemah Nusa Foundation mendapat sorotan dalam forum internasional One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health and Well-being di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Heru Hartanto Subolo, menyebut UniLeague Play for Peace sebagai salah satu contoh pendekatan Indonesia dalam memanfaatkan sepak bola untuk membangun ketangguhan mental, empati, kerja sama tim, serta kepedulian di kalangan generasi muda.

Pernyataan tersebut disampaikan Heru saat mewakili Pemerintah Indonesia dalam forum yang diselenggarakan United Nations Youth Office, Jumat (17/7/2026) waktu setempat atau Sabtu (18/7/2026) pagi WIB.

“Melalui UniLeague Play for Peace, Indonesia menunjukkan bagaimana sepak bola dapat membangun ketangguhan, empati, kerja sama tim, serta menciptakan ruang yang aman dan bebas stigma untuk membahas kesehatan mental dan kesejahteraan,” ujar Heru.

UniLeague Play for Peace tidak hanya menempatkan sepak bola sebagai sebuah kompetisi antarmahasiswa. Program ini juga menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk belajar, saling mendukung, membangun karakter, dan lebih terbuka dalam membicarakan kesehatan mental.

Melalui pendekatan tersebut, Grha Gemah Nusa Foundation berupaya menjadikan sepak bola sebagai pintu masuk untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas. Lapangan sepak bola diharapkan dapat menjadi ruang aman bagi anak muda untuk mengekspresikan diri, membangun rasa percaya diri, serta memperoleh dukungan dari lingkungan sekitarnya.

Dalam paparannya, Heru menegaskan bahwa sepak bola memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada sekadar olahraga. Sepak bola mampu melampaui batas negara dan generasi, menghadirkan rasa kebersamaan, membuka ruang dialog, serta menumbuhkan kepedulian antarsesama.

“Sepak bola jauh lebih dari sekadar sebuah permainan,” katanya.

Heru juga menyampaikan bahwa masyarakat yang tangguh perlu dibangun melalui generasi muda yang sehat secara mental. Karena itu, dukungan sejak dini, layanan psikologis, upaya pencegahan, dan pelayanan berbasis komunitas menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Kehadiran UniLeague Play for Peace dalam forum PBB menjadi momentum penting bagi Grha Gemah Nusa Foundation untuk memperkenalkan pendekatan Indonesia kepada dunia. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa olahraga, pendidikan, komunitas, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dapat berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan suportif bagi generasi muda.

Menutup pidatonya, Heru menegaskan bahwa kemenangan terbesar dalam sepak bola tidak hanya ditentukan oleh trofi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan mampu berkembang bersama.

“Trofi memang menjadi simbol kemenangan. Namun kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika kita berhasil membangun generasi muda yang sehat, tangguh, dan mampu berkembang bersama,” tutup Heru.