Mimika – Founder GGN Foundation sekaligus Konseptor Papua Football Academy (PFA), Ratu Tisha Destria, mendorong para lulusan PFA Batch 2 untuk terus menjaga mimpi, disiplin, dan kerja keras dalam melanjutkan perjalanan menuju level sepak bola yang lebih tinggi.
Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian Class of 2026 Papua Football Academy Graduation Ceremony yang digelar di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Sabtu (4/7/2026). Sebanyak 20 siswa PFA Batch 2 resmi menyelesaikan masa pembinaan mereka dan bersiap menapaki tahap berikutnya dalam perjalanan menuju karier profesional.
Ratu Tisha berharap para lulusan tidak berhenti bermimpi setelah menyelesaikan pendidikan di PFA. Salah satu mimpi besar yang terus dibawa adalah melihat generasi muda Indonesia, termasuk talenta-talenta dari Papua, tampil bersama Tim Nasional Indonesia di panggung dunia pada Piala Dunia 2038.
“Kami percaya mimpi itu bisa tercapai apabila anak-anak terus disiplin, bekerja keras, dan mendapat dukungan dari semua pihak,” ujar Ratu Tisha.
Sebagai Konseptor PFA, Ratu Tisha sejak awal mendorong proses pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, dan kesiapan para siswa menghadapi masa depan.
Semangat tersebut sejalan dengan perhatian GGN Foundation terhadap pengembangan generasi muda dan pembangunan ekosistem sepak bola yang berkelanjutan. Pembinaan talenta membutuhkan proses panjang, dukungan berbagai pihak, serta jalur pengembangan yang mampu memberikan kesempatan bagi anak-anak muda untuk terus bertumbuh.
Dalam acara kelulusan tersebut, Direktur dan EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, menyampaikan bahwa PFA merupakan salah satu bentuk komitmen PT Freeport Indonesia dalam mencetak sumber daya manusia Papua yang unggul melalui pembinaan sepak bola.
Meski baru berdiri sejak 2022, PFA telah menunjukkan perkembangan yang membanggakan dengan membuka jalan bagi sejumlah pemain menuju Garuda United dan Tim Nasional Indonesia kelompok umur.
“Hari ini akademi kita belum genap empat tahun, tetapi sudah mengirim pemain ke Tim Nasional Indonesia dan Garuda United. Kita semua berdoa agar suatu hari mereka bisa bermain untuk Timnas Indonesia di Piala Dunia,” ujar Claus.
Sejak berdiri, PFA telah meluluskan total 44 siswa, terdiri dari 24 lulusan Batch 1 dan 20 lulusan Batch 2. Dalam perjalanannya, berbagai prestasi berhasil diraih, di antaranya juara Garuda International Cup U-15 2025, juara Liga TopSkor U-16 Regional Surabaya, serta runner-up Piala Soeratin U-15 Nasional 2025.
Empat pemain dari Batch 2 juga terus menapaki jalur menuju level nasional melalui Garuda United sebagai bagian dari proyeksi Tim Nasional Indonesia U-17.
Direktur PFA, Wolfgang Pikal, menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan para siswa, melainkan awal dari tantangan baru.
“Ini bukan akhir, tetapi awal perjalanan baru. Bermimpilah besar, terus bekerja keras, hormati orang tua, dan banggakan Papua serta Indonesia,” pesannya.
Makna pembinaan PFA juga disampaikan oleh perwakilan lulusan Batch 2, Lilian Thuram Bradley De Paul Paragaje. Menurutnya, proses yang dijalani selama berada di akademi memberikan pelajaran yang jauh melampaui sepak bola.
“Dari PFA kami belajar menjadi manusia yang lebih baik. Kami akan terus bekerja keras untuk meraih mimpi dan membanggakan Papua serta Indonesia,” ujarnya.
Kelulusan 20 siswa PFA Batch 2 menjadi awal dari perjalanan baru. Dengan membawa pengalaman, karakter, dan disiplin yang telah dibangun selama masa pembinaan, para lulusan kini melangkah menuju jenjang berikutnya dengan satu mimpi besar: membanggakan Papua dan Indonesia di panggung dunia.
