NEW YORK – Founder Grha Gemah Nusa Foundation sekaligus Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria, memperkenalkan UniLeague sebagai salah satu pendekatan Indonesia dalam memanfaatkan sepak bola untuk meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan mental generasi muda.
Hal tersebut disampaikan dalam forum internasional One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health and Well-being yang diselenggarakan oleh United Nations Youth Office di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Jumat, 17 Juli 2026 waktu setempat.
Di hadapan perwakilan badan-badan PBB, pemimpin dunia, atlet, dan pemimpin muda dari berbagai negara, Ratu Tisha menjelaskan bahwa gerakan tersebut berawal dari sebuah pertanyaan sederhana: di mana masyarakat merasa aman untuk mengekspresikan dirinya?
Jawabannya ditemukan di lapangan sepak bola.
“Di Indonesia, ketika kami memulai inisiatif ini, kami bertanya di mana masyarakat sudah merasa aman untuk mengekspresikan diri. Jawabannya kami temukan di lapangan sepak bola,” ujar Ratu Tisha.
Berangkat dari pendekatan tersebut, UniLeague hadir dengan menggabungkan kompetisi sepak bola antarmahasiswa, pendidikan tinggi, penelitian akademik, serta keterlibatan komunitas dalam sebuah gerakan yang berkelanjutan.
Melalui UniLeague, pertandingan sepak bola tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk menghasilkan penelitian berbasis ilmu olahraga, membangun kesadaran mengenai kesehatan mental, dan mendorong mahasiswa agar lebih berani mencari bantuan ketika menghadapi persoalan psikologis.
Berbagai inisiatif seperti Mind Corners, kampanye Play for Peace, serta intervensi fisik dan psikologis berbasis sepak bola juga diintegrasikan ke dalam rangkaian penyelenggaraan kompetisi.
“Setiap pertandingan menjadi kesempatan bukan hanya untuk melakukan penelitian mengenai kesehatan mental, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berani mencari bantuan,” katanya.
Inisiatif tersebut sejalan dengan semangat “Beyond the Game, Into the Community”, yaitu menjadikan sepak bola sebagai instrumen perubahan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Ratu Tisha juga menjelaskan bahwa UniLeague dijalankan melalui kolaborasi antara Pemerintah Republik Indonesia, United Nations di Indonesia, sektor swasta, institusi pendidikan tinggi, serta berbagai komunitas.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa sepak bola dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan berbagai pihak dalam membangun lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan mendukung kesehatan mental generasi muda.
Bagi Grha Gemah Nusa Foundation, kehadiran UniLeague di forum internasional menjadi bagian dari komitmen untuk terus membuka ruang bertumbuh bagi anak muda melalui olahraga, pendidikan, dan kegiatan sosial yang memberikan dampak berkelanjutan.
“Dengan penuh kebanggaan dan rasa cinta, saya mempersembahkan kepada dunia UniLeague,” tutup Ratu Tisha.
